Karhutla Kian Mengganas di Pelalawan, Tiga Helikopter Water Bombing Dikerahkan Jinakkan Api di Lahan Gambut

Karhutla di Pelalawan


PELALAWAN (NU) -Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan terus menunjukkan peningkatan. Memasuki hari ketiga, kobaran api di Kecamatan Kerumutan belum berhasil dijinakkan sepenuhnya. Kondisi lahan gambut yang mudah terbakar dan menyimpan bara di bawah permukaan membuat upaya pemadaman berlangsung berat, meski ratusan personel gabungan telah diterjunkan.

Untuk mempercepat penanganan, tiga unit helikopter Water Bombing (WB) kembali dikerahkan ke Pelalawan pada Senin (3/8/2026). Armada udara tersebut difokuskan melakukan pengeboman air di dua titik kebakaran terbesar, yakni di Desa Mak Teduh dan Kelurahan Kerumutan, yang hingga kini masih menjadi prioritas operasi Satgas Karhutla.

Kepala Pelaksana BPBD Pelalawan, Zulfan, mengatakan penambahan armada udara dilakukan karena kebakaran belum sepenuhnya dapat dikendalikan.

"Hari ini tiga helikopter dikirim ke Pelalawan. Tadi pagi sudah kita minta. Sekarang sedang di jalan," ujar Zulfan.

Sejak api pertama kali muncul tiga hari lalu, operasi pemadaman berlangsung tanpa henti. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri, regu pemadam perusahaan, serta unsur terkait lainnya terus berjibaku di lapangan. Dari udara, Satgas Karhutla Provinsi Riau juga telah melakukan penyiraman intensif menggunakan helikopter WB sejak hari pertama.

Meski demikian, karakteristik lahan gambut menjadi tantangan utama. Api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga menjalar hingga ke lapisan gambut dengan kedalaman lebih dari satu meter. Kondisi tersebut membuat bara api terus hidup di bawah tanah sehingga pemadaman harus dilakukan berulang kali.

Di Kelurahan Kerumutan, kobaran api mulai berhasil dikendalikan. Namun petugas masih melakukan pendinginan secara intensif guna mencegah munculnya titik api baru.

Sebaliknya, di Desa Mak Teduh situasi masih mengkhawatirkan. Api dilaporkan masih aktif membakar bagian tengah lahan gambut dan menghasilkan kepulan asap pekat yang menyulitkan proses pemadaman. Operasi darat dan udara terus dilakukan secara terpadu untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain.

Pengerahan tambahan tiga helikopter Water Bombing menjadi bukti bahwa Karhutla di Pelalawan masih berada dalam kondisi serius. Seluruh unsur Satgas kini berpacu dengan waktu untuk memadamkan api sebelum meluas dan memicu bencana kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta transportasi di wilayah Riau.(Raf)


Sumber : haluanriau.co

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama