Penjaga Kantor Kampung Dosan Luka Parah Menjadi Korban Kebiadaban Maling

Korban pemukulan yang dilakukan maling di kantor Kampung Dosan dilarikan ke RSUD Siak 


SIAK (NU)- Seorang penjaga kantor Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, kabupaten Siak berinisial MR (55th), menjadi korban dugaan pencurian yang disertai kekerasan pada Kamis dini hari, (23/04/2026). 

Diduga korban diserang dari belakang saat sedang memeriksa kondisi kantor setelah mendapati pintu belakang dalam keadaan terbuka. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.02 WIB, di ruang pelayanan Kantor Kampung Dosan. 

Informasi yang dapat dirangkum Nusantara80.com, berdasarkan keterangan dari Kepala Kampung Dosan, Zamri, mengatakan bahwa, korban datang ke kantor untuk menjalankan tugas jaga malam seperti biasanya. Setiba di lokasi, MR melihat pintu belakang kantor sudah dalam kondisi terbuka. Kondisi tersebut memicu kecurigaan korban, mengingat saat ditinggalkan sebelumnya pintu dalam keadaan tertutup, kemuduan korban masuk melalui pintu belakang untuk memastikan situasi di dalam kantor.

“Korban masuk untuk mengecek, karena melihat pintu belakang terbuka. Saat berada di dalam ruangan pelayanan, korban sempat memeriksa beberapa bagian kantor. Ia tidak menemukan tanda-tanda keberadaan orang lain, sehingga mengira situasi aman. Namun, tanpa disadari, pelaku diduga telah lebih dulu berada di dalam dan bersembunyi.

Ketika korban lengah dan berada di dalam ruangan, pelaku tiba-tiba keluar dari persembunyian dan langsung memukul kepala korban dari arah belakang menggunakan benda tumpul. Serangan mendadak itu membuat korban tidak sempat menghindar maupun memberikan perlawanan," jelas penghulu.

Lebih lanjut Zamri mengukapkan, akibat pukulan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan langsung tersungkur. Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Tengku Rafi’an Siak untuk mendapatkan penanganan medis.

" Kami dari pemerintahan kampung sangat menyayangkan kejadian tersebut dan berharap aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku karena sudah meresahkan,"ujarnya.

Peristiwa ini, kata Zamri, tentu menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait keamanan fasilitas publik, khususnya pada malam hari.

" Kami menghimbau kepada seluruh warga agar dapat meningkatkan pengamanan, ronda malam serta penambahan penerangan dan sistem pengawasan di setiap lingkungan agar hal seperti ini tidak terjadi lagi," harapnya.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Polisi belum memberikan keterangan resmi terkait identitas pelaku maupun dugaan motif di balik kejadian tersebut.

(Masgin)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama