Mafia Tanah di Siak Iming-Iming Sesuatu ke Masyarakat Supaya Mau Menjadi Saksi

Ketua LSM Forkorindo Kabupaten Siak Syahnurdin Bersama Masyarakat Pemilik Lahan Melihat Kebun di TKP

SIAK (NU) - Kasus mafia tanah di Langkai dan Buantan Besar, Kecamatan  Siak, Kabupaten Siak sepertinya Darwin alias Abun dkk. Diduga kebal hukum, diantara salah satu akal busuknya adalah, dengan modus mulai terbitkan surat diduga palsu dan menutup parit sekunder yang dibuat oleh Pemerintah Daerah, sampai kepada membujuk rayu agar masyarakat pemilik lahan sah, untuk mengakui sebagai saksi sempadan lahan yang diklaimnya.


"Masih ingat lagi saya, bahwa pada tahun sekitar 1998 lalu, parit sekunder yang dibuat oleh Dinas Pertanian pada waktu itu masih Kabupaten Bengkalis, sudah habis ditutup oleh Darwin alias Abun dkk dengan tujuan untuk hilangkan jejak kepemilikan lahan masyarakat, " ujar pak Nasir,  salah seorang saksi yang lahannya telah dirampas oleh Darwin alias Abun.

Nasir juga menjelaskan bahwa, parit tersebut ditutup oleh Darwin alias Abun pada beberapa tahun yang lalu, diduga untuk menutup bukti-bukti sempadan kepemilikan lahan masyarakat, ia juga mengakui ketika itu tidak berdaya untuk mencegahnya, bahkan ia harus merelakan dan hanya mampu meratapi ketika sawit-sawitnya dan sawit masyarakat lainnya habis di lindas oleh alat berat Darwin alias Abun tersebut.

"Parit sekunder itu merupakan bukti batas Kampung Buantan Besar dengan Kampung Langkai, kuat dugaan kami pak, bahwa tujuannya pasti untuk menghilangkan bukti jejak sempadan atas kepemilikan lahan masyarakat. Semuanya habis ditutup oleh Darwin Alias Abun, bahkan kami tidak bisa berbuat apa-apa saat Darwin alias Abun dkk melindas sawit-sawit yang kami tanam," ujar Nasir yang waktu itu menyaksikan tindakan sewenang-wenang Darwin alias Abun terhadap lahan masyarakat.


Sementara itu, pengakuan sumber pemilik lahan lainnya, juga mengakui bahwa dirinya pernah di bujuk rayu oleh Darwin alias Abun, agar mau mengakui lahan yang diklaim oleh Darwin alias Abun tersebut sebagai saksi sempadan, namun hal itu tidak di tolaknya, akhirnya lahannya juga turut dirampas oleh Darwin alias Abun.


"Saya pernah dibujuk rayu oleh Darwin alias Abun agar mau mengakui sebagai saksi sempadan atas lahan yang diklaimnya, namun saya tolak. Akhirnya lahan sayapun sampai saat ini sudah ditanami sawit oleh Darwin alias Abun dkk," ucap sumber masyarakat yang tak mau di sebut namanya sambil menunjukkan surat kepemilikan lahannya tersebut.


Sementara itu, Syahnurdin Ketua LSM Forkorindo Kabupaten Siak, yang telah mendapat kuasa dari masyarakat yang lahannya telah dirampas oleh Darwin alias Abun dkk, mengatakan sangat tidak habis pikir adanya mafia tanah yang seperti itu, sampai sebegitu liciknya apa yang dilakukan oleh Darwin alias Abun dkk, menindas masyarakat kecil yang seharusnya dilindungi oleh Pemerintah.

" Ini permainan licik para mafia tanah agar jejaknya hilang dan menghalalkan berbagai cara untuk merampas hak masyarakat, dimulai dengan menimbun parit sekunder yang telah dibuat oleh Pemerintah," ucap Syahnurdin dengan tegas

Syahnurdin juga menjelaskan, berdasarkan penjelasan masyarakat kepadanya bahwa, sebenarnya sudah banyak masyarakat yang menjadi korban syok akibat kekejaman mafia tanah ini. Modusnya sangat licik sekali, dimulai dari intimidasi, terbitkan surat diduga palsu sampai bujuk rayu agar lahannya diakui oleh masyarakat sebagai saksi sempadan dengan iming-imingi tertentu. Ini merupakan cara- cara mafia tanah yang sangat licik sekali, " sebut Syahnurdin kepada awak media, pada Senin kemarin (25/09/2023) dikantornya.


"Kita akan bongkar kejahatan ini, agar pihak hukum tahu, Pemerintah tahu dan masyarakat tahu. Kami akan perjuangkan hak-hak masyarakat yang telah dirampas ini, agar keadilan hukum berpihak kepada masyarakat yang telah di zhalimi selama bertahun-tahun, yang anehnya lagi lahan yang disengketakan ini sebenarnya sudah ada putusan Mahkamah Agung dengan Status Quo, namun jahatnya mafia ini, mereka tetap saja beraktivitas menanam, memanen dan mengambil hasilnya selama bertahun-tahun lamanya," tutup Syahnurdin

Sampai berita ini terbit,  pihak Darwin alias Abun dkk belum dapat dihubungi  untuk dimintai konfirmasi (Hadi)
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama