Pastikan Harimau Masuk Kebun Warga, BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap di TKP

BBKSDA Riau bersama Bhabinsa,  Bhabinkamtibmas dan Satgas serta aparat Kampung Temusai melakukan pemasangan kamera di TKP 

SIAK (NU)- Dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan menanggapi laporan warga Kampung Temusai, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau, terkait Harimau Sumatra berkeliaran di perkebunan warga,  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam ( BBKSDA) Riau melakukan pengecekan di Tempat Terjadinya Perkara ( TKP) untuk memastikan keberadaan Harimau yang meresahkan warga disana. 

 Tim dari BBKSDA Riau di dampingi Bhabinsa, Bhabinkamtibmas Kampung Temusai dan Aparat Kampung, BAPEKAM, LPM,SATGAS Kampung, Tokoh Masyarakat melakukan penelusuran ke TKP yang di duga kuat menjadi aktifitas Harimau. Dalam penelusuran tersebut, di jumpai beberapa jejak yang di duga itu jejak Harimau, sehingga tim dari BBKSDA Riau memasang kamera disana untuk memastikan keberadaan Harimau yang selama ini membuat masyarakat resah dan was-was.

"Sesuai laporan dari masyarakat atau Penghulu Kampung Temusai, bahwa ada penampakan Harimau Sumatra (HS) kepada masyarakat, jadi untuk hal ini sudah saya laporkan ke Kasi saya, Kasi Wilayah IV yang berkedudukan di Dumai. Jadi kami langsung diperintahkan untuk ke lapangan,  bersama-sama dengan bapak Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas, aparat desa atau masyarakat  menuju ke TKP. Begitu kita cek ke lokasi, ada beberapa titik yang kita lihat,  ternyata ada beberapa jejak yang di duga itu jejak Harimau yang sudah agak hilang tersiram hujan, untuk itu kita pasang kamera untuk memastikan apakah HS ini masih beraktifitas disitu atau tidak, kalau masih di situ, kita akan melakukan pemasangan perangkap," ungkap, Refleks Sitinjak, BBKSDA Riau kepada Nusantara80.com, Selasa (11/07/2023).

BBKSDA Riau mengecek tapak yang diduga tapak Harimau Sumatra

 Lebih lanjut, Sitinjak menegaskan, diharapkan kepada pemilik kebun yang saat ini diduga menjadi tempat aktifitas HS, untuk sementara satu  atau dua hari ini jangan beraktifitas dulu di kebun itu, karena di kebun itu sedang dipasang kamera pengintai.

"Kalau bisa, satu atau dua hari pemilik kebun jangan beraktifitas dulu, karena biar efektif kamera yang kita pasang disana  dalam merekam kejadian. Jadi harapan kami kepada bapak-bapak, apa lagi bapak Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, dan pak Kepala Dusun, serta pak RT dan RW, mari kita sama-sama memantau jangan sampai masyarakat mengira kamera itu tidak dipakai dan diambilnya, karena hasil dari kamera itu yang kita harapkan untuk mengambil langkah-langkah berikutnya," harapnya.

 Sitinjak juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada, apa lagi bagi  warga yang memiliki kebun di sekitar TKP .

" Untuk saat ini, kalaupun warga  yang kebun nya tak jauh dari TKP dan ingin melakukan aktifitas karena kebunnya sudah satu atau dua bulan tak dipanen, maka usahakan harus bersama-sama dua atau empat orang, tidak sendirian. Artinya mereka harus saling memantau, melihat kiri dan  kanan apakah sudah aman atau belum, dan biasanya HS mencari mangsa itu sekitar pukul 16.00 Wib," pesannya.

" Satu lagi pesan kami, apa bila ada perjumpaan dengan HS, jangan langsung membalikan badan dan lari, berusaha bertahan, dia ( HS) pasti tidak akan menyerang dan dia juga bertahan, secara pelan-pelan baru kita mundur, itulah trik yang kami lakukan. Kalau memang nanti dari hasil rekaman kamera di temukan HS beraktifitas disini, kita akan pasang Bootstrap atau perangkap," imbuhnya.

 Sementara itu, Penghulu Kampung Temusai Samsudin mengucapkan terimakasih kepada pihak BBKSDA Riau yang begitu cepat dan tanggap dalam menangani keluhan masyarakat terkait aktifitas Harimau yang berkeliaran di kebun warga.

" Kami mengucapkan terimakasih atas upaya dan tindakan dari BBKSDA Riau dalam menangani masalah ini, semoga upaya pada hari ini, pemasangan kamera untuk  mengetahui keberadaan HS bisa berhasil, dan bisa dilakukan pemasangan perangkap di lokasi tersebut," harapnya.

" Sekali lagi kami menghimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki kebun diatas atau sekitar TKP, agar selalu waspada, usahakan jangan sendirian bila beraktifitas di kebun yang diduga menjadi lintasan Harimau," pungkasnya.( Masgin)
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama